Adapun pertanyaan mana yang lebih didahulukan, kepatuhan pada orang tua atau perintah suami. Orang tua lebih dari semuanya, dalam banyak hal, namun ketika isteri sudah menikah, maka ketaatan kepada suami harus lebih didahulukan. Karena dengan taat kepada suami, merupakan di antara bentuk berbuat baik kepada orang tua juga, selama suami tidak memerintahkan sesuatu yang dilarang oleh agama Islam.
Dimasje
Catatan Ringan Kala Senggang
Membangun Rumah Sendiri atau Membeli Perumahan
Judul "Membangun Rumah Sendiri atau Membeli Perumahan" mencoba mengawali tulisan dalam blogku ini, setelah lama tak terurus. Ingin sekali rasanya punya rumah sendiri. Namun melihat kondisi saat ini, memaksaku untuk berpikir realistis. Sebagai abdi negara dengan gaji yang tak seberapa, memang harus pintar mengatur keuangan. Salah satunya saat harus memutuskan membangun rumah sendiri atau membeli perumahan. Jika dikalkulasi dengan cara seksama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, untuk memiliki rumah idaman seperti yang didambakan adalah hal yang mustahil. Karena memabngun rumah idaman mungkin butuh waktu lama dan bertahap, dan tentunya butuh dana yang tidak sedikit. Namun aku masih bercita-cita, dan selalu yakin cita-cita itu pasti akan terwujud, Amin.
Link ke posting ini
Kategori:
Personal
Raja dan Keempat Istrinya
Dahulu kala... Ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.
Raja ini sangat mencintai isteri ke empat dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri ke empat.
Dia juga sangat memuja isteri ke tiga dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ke tiganya ini akan meninggalkannya.
Link ke posting ini
Kategori:
Oase,
Religi
Panggil Putriku Mecca
Alhamdulillah, tanggal 11 Januari 2010 anak pertamaku lahir. Mecca, nama panggilan untuk anakku, lahir dengan normal di RST Bhakti Wira Tamtama Semarang pada pukul 04.00 WIB. Berat bayiku waktu lahir 3.8 kg dengan panjang 52c m. Lumayan susah persalinannya, yach mungkin kebesaran di dalam kali ya :D. Untunglah semua lancar, dengan penanganan yang baik dan cepat dari bidan di RST tersebut. Saat artikel ini kuketik usia anakku sudah 30 hari dan pagi tadi dibawa ke posyandu untuk mengecek perkembangan kesehatannya. Berdasarkan hasil timbangan dai bidan Septi, berat badan anakku 5.2 kg, termasuk kategori Gizi Lebih menurut buku KMS-nya. Panteslah kalau digendong rasanya antep.
Link ke posting ini
Kategori:
Personal
Kerancuan Kisah Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW
Tak cukup dengan satu artikel tentang taubat saja yang aku sertakan dalam blogku. Aku mencoba mencari cerita yang lain. Rasanya seperti baru kemarin berangkat umroh ke tanah suci, berziarah ke makam Rasulullah Muhammad SAW. Padahal kalau aku hitung-hitung sudah 9 bulan yang lalu. Ingin rasanya mendapat kesempatan ke sana lagi. Semoga Allah memperkenankan do'aku ini. Rindu Rasul mengajakku mencari cerita tentang rasulullah. Akhirnya aku mendapati cerita tentang detik-detik wafatnya Rasulullah yang sempat membuat terharu, menangis pilu (agak lebai dikit ya ..:p). Tapi di akhir cerita, aku tidak menemukan siapakah gerangan yang menceritakan kisah itu. Dari banyak cerita yang aku baca juga senada. Mungkin karena sumbernya sama kaleee ya :D. Jadi sama-sama membingungkan aku. Carai mencari, ketemulah dengan artikel dari Tausyiah275 yang membahas tentang "Kerancuan Kisah Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW", menurut pendapatku ini juga hasil kajian dari buku-buku yang dibacanya. Jika para blogger punya pendapat lain silakan kirim komentar. berikut petikan artikelnya:
Assalamu’alaikum wr wb
Beberapa bulan yang lalu ketika saya sedang surfing di belantara internet, saya pernah menemukan satu artikel menarik disuatu website. Artikel itu ada yang berjudul “Detik Terakhir” atau ada judul versi lain yaitu “Detik-Detik Menjelang Wafatnya Rasulullah”, atau juga “Air Mata Rasulullah saw”. Mungkin beberapa dari kita ada yang familiar dengan kisah di dalam artikel tersebut. Silahkan search di Google dengan tiga keyword diatas, maka akan anda temukan kisah itu banyak di posting di berbagai macam website. Bahkan kisah itu sering bertebaran di bulletin board friendster, juga pernah saya lihat di multiply ini. Ya, kisah yang menggambarkan suasana wafatnya manusia mulia di hadapan Fatimah dan Ali itu berhasil membuat orang yang membacanya terharu biru dan rindu dengan sosok Rasulullah saw.
Assalamu’alaikum wr wb
Beberapa bulan yang lalu ketika saya sedang surfing di belantara internet, saya pernah menemukan satu artikel menarik disuatu website. Artikel itu ada yang berjudul “Detik Terakhir” atau ada judul versi lain yaitu “Detik-Detik Menjelang Wafatnya Rasulullah”, atau juga “Air Mata Rasulullah saw”. Mungkin beberapa dari kita ada yang familiar dengan kisah di dalam artikel tersebut. Silahkan search di Google dengan tiga keyword diatas, maka akan anda temukan kisah itu banyak di posting di berbagai macam website. Bahkan kisah itu sering bertebaran di bulletin board friendster, juga pernah saya lihat di multiply ini. Ya, kisah yang menggambarkan suasana wafatnya manusia mulia di hadapan Fatimah dan Ali itu berhasil membuat orang yang membacanya terharu biru dan rindu dengan sosok Rasulullah saw.
Link ke posting ini
Kategori:
Opini,
Religi
Langgan:
Entri (Atom)
