Kerancuan Kisah Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW

Tak cukup dengan satu artikel tentang taubat saja yang aku sertakan dalam blogku. Aku mencoba mencari cerita yang lain. Rasanya seperti baru kemarin berangkat umroh ke tanah suci, berziarah ke makam Rasulullah Muhammad SAW. Padahal kalau aku hitung-hitung sudah 9 bulan yang lalu. Ingin rasanya mendapat kesempatan ke sana lagi. Semoga Allah memperkenankan do'aku ini. Rindu Rasul mengajakku mencari cerita tentang rasulullah. Akhirnya aku mendapati cerita tentang detik-detik wafatnya Rasulullah yang sempat membuat terharu, menangis pilu (agak lebai dikit ya ..:p). Tapi di akhir cerita, aku tidak menemukan siapakah gerangan yang menceritakan kisah itu. Dari banyak cerita yang aku baca juga senada. Mungkin karena sumbernya sama kaleee ya :D. Jadi sama-sama membingungkan aku. Carai mencari, ketemulah dengan artikel dari Tausyiah275 yang membahas tentang "Kerancuan Kisah Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW", menurut pendapatku ini juga hasil kajian dari buku-buku yang dibacanya. Jika para blogger punya pendapat lain silakan kirim komentar. berikut petikan artikelnya:

Assalamu’alaikum wr wb
Beberapa bulan yang lalu ketika saya sedang surfing di belantara internet, saya pernah menemukan satu artikel menarik disuatu website. Artikel itu ada yang berjudul “Detik Terakhir” atau ada judul versi lain yaitu “Detik-Detik Menjelang Wafatnya Rasulullah”, atau juga “Air Mata Rasulullah saw”. Mungkin beberapa dari kita ada yang familiar dengan kisah di dalam artikel tersebut. Silahkan search di Google dengan tiga keyword diatas, maka akan anda temukan kisah itu banyak di posting di berbagai macam website. Bahkan kisah itu sering bertebaran di bulletin board friendster, juga pernah saya lihat di multiply ini. Ya, kisah yang menggambarkan suasana wafatnya manusia mulia di hadapan Fatimah dan Ali itu berhasil membuat orang yang membacanya terharu biru dan rindu dengan sosok Rasulullah saw.

TAUBAT DAN ISTIGHFAR UNTUK DOSA 200 KALI ZINA

Malam ini, aku tak bisa memejamkan mataku untuk beranjak tidur, akhirnya kuputuskan untuk ke warnet dan akhirnya berselancar ke Google dan mengetikkan kata "Taubat" muncullah hasil pencarian yang berpuluh ribu itu. Aku pilah-pilah dan ketemu satu artikel dari blognya kang Agus Riyanto yang berjudul "Taubat dan Istighfar untuk Dosa 200 Kali Zina" yang menurut sumbernya, cerita itu ditulis oleh kang Bobby Herwibowo, Sarjana Al Azhar University, Penulis Buku "Meraih Rezeki Tak Terduga", "Menjadi Kesayangan Allah", dan "11 Langkah Menuju Kemabruran". Lumayan buat mengobat pilu hati yang sedang sendu. Ini dia ceritanya:
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 39: 53)


Pagi itu di Madinah Al Munawarah dalam sebuah kesempatan Umrah di tahun 2007, seorang ustadz pembimbing dihadang oleh seorang jemaahnya saat sarapan pagi di restoran hotel. Jemaah tersebut meminta waktu sang ustadz untuk berkonsultasi sedikit dari permasalahan.
Ustadz…, apakah bila seseorang mempunyai dosa yang menggunung kemudian dia bertaubat dan minta ampun kepada Allah maka taubatnya akan diterima?”

Menyambut Kehadiran si Junior

Seminggu ini, kami sudah mulai sibuk dengan hari-hari persiapan menyambut kelahiran anak kami. Rasa senang, cemas, deg-degan bercampur jadi satu. Senang, karena akan ada satu orang lagi yang akan melengkapi kebahagiaan rumah tangga kami. Itu artinya sebentar lagi aku akan dipanggil Bapak, dan istriku akan dipanggil Ibu. Meski dalam kesehariannya kami sudah membiasakan diri untuk saling memanggil Bapak dan Ibu. Persiapan-persiapan keperluan buat si kecil nanti sudah mulai kami pikirkan. Mulai dari membeli popok, perlak, ember buat mandi, ember buat cuci, sisir, sabun khusus bayi, bedak, matras bayi, sampai beli pernak-pernik yang sampai aku sendiri gak tahu buat apa fungsinya hehehe, maklum belum pengalaman. Manut yang pengalaman saja. Untung ada penasehat-penasehat berpengalaman di sekeling kami. Sangat membantu sekali pokoknya.

Namun, di samping rasa senang, aku sendiri sebagai calon Bapak ada rasa cemas, deg-degan, gak tahu apakah semua calon Bapak merasakan hal yang sama seperti diriku apa tidak? Yang jelas, kecemasanku kadang sampai kebawa mimpi. Terlalu lebai kalee ya. Betapa tidak cemas, karena  prediksi kelahirannya berbenturan dengan ujian semesterku. Meskipun dokternya memprediksi akan lahir lebih awal dari tanggal perkiraan. Yah, semua aku serahkan kepada Allah. Semoga proses persalinannya nanti berlajan lancar, bayi dan istriku selamat, dan sehat. Semoga semua dalam lindungan-Nya.

Blog Manteb, Baru!!!

Manteb, hmmmm itulah nama blog kedua yang bakal mengisi harianku. Bingung juga seh, buat apa ya bikin blog baru lagi, blog yang satu ini aja kadang terbengkalai. Gapapalah, pokoke "nduwe wae" hehehehehe. Postingan pertama yang terpikirkan adalah soal makanan yaitu sambal terasi plus kerupuk terung. Mumpung lagi musim hujan, makan samabel terasi tambah manteb dah. Nyummmy.

MENGEMBANGKAN KECAKAPAN BERPIKIR RASIONAL PADA MATA KULIAH DATABASE MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN PROBLEM BASED LEARNING DAN COMPUTER ASSISTED LEARNING

Pendahuluan
Abad teknologi dan informasi telah membawa perubahan yang besar di segala bidang termasuk didalamnya adalah bidang pendidikan. Perubahan ini hendaknya disikapi dengan bijak dan cerdas artinya upaya lembaga pendidikan untuk memenuhi kebutuhan teknologi dan informasi dalam sebuah pembelajaran diberikan secara proporsinal. Semua materi yang diperlukan dalam sebuah pembelajaran harus berorientasi pada perkembangan zaman dan masyarakat. Di dalam website http://pendidikan.tv, diungkapkan bahwa tanggung jawab sekolah dalam memasuki era globalisasi adalah mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam masyarakat yang sangat cepat perubahannya. Salah satu dari tantangan yang dihadapi oleh para mahasiswa adalah menjadi pekerja yang bermutu.
Menurut Soedijarto (1993:125) mengemukakan bahwa dalam menghadapi abad ke-21 ada tiga indikator utama dari hasil pendidikan yang bermutu dan tercermin dari kemampuan pribadi lulusannya, yaitu: (1) kemampuan untuk bertahan dalam kehidupan, (2) kemampuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan baik dalam segi sosial budaya dalam segi politik dalam segi ekonomi maupun dalam segi fisik biologis, dan (3) kemampuan untuk belajar terus pada pendidikan lanjutan. Sementara itu, Wardiman (1996:3) menyatakan bahwa pendidikan hendaknya dapat meningkatkan kreativitas, etos kerja dan wawasan keunggulan peserta didik. Dari dua pendapat tersebut nampaknya terdapat kesamaan misi dan visi yang didasarkan pada kenyataan bahwa dunia nyata yang akan dihadapi oleh para peserta didik penuh dengan persaingan. Oleh karena itu, peserta didik perlu dibekali kemampuan yang cukup agar dapat bersaing di dunia kerja.

« Older Entries

BlogUpp!

Translate My Blog

IP Kamu

IP

Cuaca Hari Ini

Bang Je

Cuap-cuap kamu

About this site

Catatan ringan ini hanya sekelumit cerita ringan, pengalaman baru, dan juga opini terhadap dinamika hidup yang sedang berjalan ini. Semoga memberi manfaat bagi para netter dan blogger yang bersinggah di blog ini.